Ghost

My Button Collection

Thought via Path

Kenapa hubungan mertua dan menantu itu nggak pernah bisa baik/loss kayak anak sendiri atau ortu sendiri (gak semua sih, tapi kebanyakan)meskipun di luarnya baik kadang, terutama menantu perempuan dengan mertua perempuan, selalu ada saja yang salah dengan si menantu sehingga jadi bahan omongan mertua.
Kenapa mertua tidak bisa menerima menantunya sesuai hakikat seorang manusia yang punya kekurangan dan kelebihan, kalau mengharapkan sempurna ya jangan menikahkan anaknya sama manusia dong :)
Pasangannya yang menjalankan aja gak masalah, tapi kenapa para orang tua ini sibuk-sibuk ngomongin dan ribet sendiri, apalagi sampai repot-repot intervensi.
Berdasarkan pengamatan selama liburan di rumah dan bertemu dengan para keluarga besar.
*imho – Read on Path.

Bisikkan ke dalam hatimu yang paling dalam ; Dia bukan milikku. Dan aku pun bukan miliknya. Pemilik segalanya ialah Al-Malik. Dialah yang memiliki dan menguasai segala-galanya. Pada kita hanya amanah, sampai masanya terpaksa diserah. Jangan ada rasa dimiliki, dan jangan ada rasa memiliki. Bila terasa sepi, jangan katakan aku sepi… Tapi katakan kita sentiasa ada pemerhati merangkap penjaga buat kita ~ =)

islahnafsi:

Sekadar pesanan buat qalbi ~ =D

There are some days when I cry in my prayers. Talking to Allah about everything. And the most beautiful thing is,Allah listens. Allahuakhbar.

summer D’cruz (via singleendoubleh)
Note!!

Kau tahu, Puteriku sayang. Laki-laki adalah layang-layang dan perempuan adalah benang. Tanpa perempuan, laki-laki tak akan menjadi apa-apa. Di balik ketinggian (kesuksesan) laki-laki, ada kita dibaliknya. Puteriku, jadilah benang yang berkualitas terbaik. Buatlah layang-layangmu kelak terbang setinggi-tingginya. Karena setinggi apapun ia terbang, ia selalu terikat olehmu dan bergantung denganmu. Jagalah dia agar tidak putus dan hilang arah. Ingatlah bahwa layang-layang selalu ingin terbang tinggi.

Kurniawan Gunadi (via laninalathifa)

Filosofi Benang & Layang-Layang :)

Hmmm
al-asyrafi:

"Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” 
Baginda menjawab, ”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun yang menyukai permohonan ampun, maka ampunilah aku)”
[HR Tirmidzi]

al-asyrafi:

"Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” 

Baginda menjawab, ”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun yang menyukai permohonan ampun, maka ampunilah aku)”

[HR Tirmidzi]

(Source: zarifasyraf)

I will

Thought via Path

superzupper:

"Semua orang adalah intelektual, tapi tidak semua anggota masyarakat punya peran sebagai intelektual." -Antonio Gramsci – Read on Path.

Button Theme